Pendahuluan

Steganografi adalah seni dan ilmu untuk menyembunyikan pesan dalam sebuah media digital. Dalam era teknologi yang modern, sekarang ini, pesan rahasia dapat disembunyikan di balik citra (image). Pesan dikodekan dalam low-order bit, sehingga tidak terlalu mengganggu citra (image) yang ditampilkan.

 

Dalam steganografi, terdapat beberapa teknik yang sering digunakan satu diantaranya adalah Least Significant Bit (LSB). Modifikasi Least Significant Bit (LSB) adalah pendekatan yang sederhana dalam penyisipan informasi ke dalam media gambar digital. Teknik Steganografi modifikasi LSB dilakukan dengan memodifikasi bit-bit yang tergolong bit LSB pada setiap byte pada sebuah file. Bit-bit LSB ini akan dimodifikasi dengan menggantikan setiap LSB yang ada dengan bit-bit informasi lain yang ingin disembunyikan.

 

Untuk membangun program Steganografi ini, bahasa pemrograman Java 2 Standard Edition (J2SE) menjadi pilihan untuk digunakan oleh pengguna dalam menyembunyikan dan menampilkan kembali pesan rahasianya

 

Sejarah Steganografi

Steganografi merupakan seni penyembunyian pesan ke dalam pesan lainnya sedemikian

rupa sehingga orang lain tidak menyadari ada sesuatu di dalam pesan tersebut. Kata steganografi

(steganography) berasal dari bahasa Yunani yaitu steganos yang artinya tersembunyi atau

terselubung dan graphein, yang artinya menulis, sehingga kurang lebih artinya adalah “menulis

tulisan yang tersembunyi atau terselubung” (Sellars, 1996). Teknik ini meliputi banyak sekali

metoda komunikasi untuk menyembunyikan pesan rahasia. Metoda ini termasuk tinta yang tidak

tampak, microdots, pengaturan kata, tanda tangan digital, jalur tersembunyi dan komunikasi

spektrum lebar.

 

Catatan pertama tentang steganografi ditulis oleh seorang sejarawan Yunani, Herodotus,

yaitu ketika Histaeus seorang raja kejam Yunani dipenjarakan oleh Raja Darius di Susa pada abad 5 Sebelum Masehi. Histaeus harus mengirim pesan rahasia kepada anak laki-lakinya, Aristagoras, di Militus. Histaeus menulis pesan dengan cara mentato pesan pada kulit kepala seorang budak dan

ketika rambut budak itu mulai tumbuh, Histaeus mengutus budak itu ke Militus untuk mengirim

pesan di kulit kepalanya tersebut kepada Aristagoras.

 

Cerita lain tentang steganografi datang juga dari sejarawan Yunani, Herodotus, yaitu dengan cara menulis pesan pada papan kayu yang ditutup dengan lilin. Demeratus, seorang Yunani yang akan mengabarkan berita kepada Sparta bahwa Xerxes bermaksud menyerbu Yunani. Agar tidak diketahui pihak Xerxes, Demaratus menulis pesan dengan cara mengisi tabung kayu dengan lilin dan

menulis pesan dengan cara mengukirnya pada bagian bawah kayu, lalu papan kayu tersebut imasukkan ke dalam tabung kayu, kemudian tabung kayu ditutup kembali dengan lilin.

 

Teknik steganografi yang lain adalah tinta yang tak terlihat. Teknik ini pertama digunakan pada zaman Romawi kuno yaitu dengan menggunakan air sari buah jeruk, urine atau susu sebagai tinta untuk menulis pesan. Cara membacanya adalah dengan dipanaskan di atas nyala lilin, tinta yang sebelumnya tidak terlihat, ketika terkena panas akan berangsur-angsur menjadi gelap, sehingga pesan dapat dibaca. Teknik ini pernah juga digunakan pada Perang Dunia II.

 

Pada abad 20, steganografi benar-benar mengalami perkembangan. Selama berlangsung perang Boer, Lord Boden Powell (pendiri gerakan kepanduan) yang bertugas untuk membuat tanda posisi sasaran dari basis artileri tentara Boer, untuk alasan keamanan, Boden Powell menggambar peta-peta posisi musuh pada sayap kupu-kupu agar gambar-gambar peta sasaran tersebut terkamuflase.

Perang Dunia II adalah periode pengembangan teknik-teknik baru steganografi. Pada awal Perang Dunia II walaupun masih digunakan teknik tinta yang tak terlihat, namun teknik-teknik baru mulai dikembangkan seperti menulis pesan rahasia ke dalam kalimat lain yang tidak berhubungan langsung dengan isi pesan rahasia tersebut, kemudian teknik menulis pesan rahasia ke dalam pita koreksi karbon mesin ketik, dan juga teknik menggunakan pin berlubang untuk menandai kalimat terpilih yang digunakan dalam pesan, teknik terakhir adalah microdots yang dikembangkan oleh tentara Jerman pada akhir Perang Dunia II.

 

Dari contoh-contoh steganografi konvensional tersebut dapat dilihat bahwa semua teknik steganografi konvensional berusaha merahasiakan komunikasi dengan cara menyembunyikan pesan

ataupun mengkamuflase pesan. Maka sesungguhnya prinsip dasar dalam steganografi lebih dikonsentrasikan pada kerahasian komunikasinya bukan pada datanya (Johnson, 1995).

 

Seiring dengan perkembangan teknologi terutama teknologi komputasi, steganografi merambah juga ke media digital, walaupun steganografi dapat dikatakan mempunyai hubungan erat dengan kriptografi, tetapi kedua metode ini sangat berbeda. Kriptografi mengacak pesan sehingga tidak dimengerti, sedangkan steganografi menyembunyikan pesan sehingga tidak terlihat. Pesan dalam cipherteks mungkin akan menimbulkan kecurigaan sedangkan pesan yang dibuat dengan steganografi tidak akan. Steganografi merupakan satu metode yang popular, dimana sesuatu pesan (teks atau image) boleh dirahasiakan di dalam file-file lain yang mengandung teks, image, bahkan suara tanpa menunjukkan ciri-ciri perubahan yang nyata atau terlihat dalam kualitas dan struktur dari file semula.

 

Tujuan dari steganografi adalah merahasiakan atau menyembunyikan keberadaan dari sebuah pesan tersembunyi atau sebuah informasi. Dalam prakteknya kebanyakan diselesaikan dengan membuat perubahan tipis terhadap data digital lain yang isinya tidak akan menarik perhatian dari penyerang potensial, sebagai contoh sebuah gambar yang terlihat tidak berbahaya. Perubahan ini bergantung pada kunci (sama pada cryptography) dan pesan untuk disembunyikan. Orang yang menerima gambar kemudian dapat menyimpulkan informasi terselubung dengan cara mengganti kunci yang benar ke dalam algoritma yang digunakan.

 

Pada metode steganography cara ini sangat berguna jika digunakan pada cara steganografi komputer karena banyak format file digital yang dapat dijadikan media untuk menyembunyikan pesan. Format yang biasa digunakan diantaranya:

Format image : bitmap (bmp), gif, pcx, jpeg, dll.

Format audio : wav, voc, mp3, dll.

Format lain : teks file, html, pdf, dll.

 

Steganografi Pada Media Digital File Gambar

Pada komputer, gambar yang tampil di layar monitor merupakan kumpulan array yang merepresentasikan intensitas cahaya yang bervariasi pada pixel. Pixel adalah titik di layar monitor yang dapat diatur untuk menampilkan warna tertentu. Pixel disusun di layar monitor dalam susunan baris dan kolom. Susunan pixel dalam baris dan kolom ini yang dinamakan resolusi monitor. Resolusi monitor yang sering dijumpai adalah 640×480, 800×600, 1024×768. Resolusi 640×480 akan menampilkan pixel sejumlah 640 baris dan 480 kolom, sehingga total pixel yang digunakan 640×480 = 307.200 pixel. Melalui pixel inilah suatu gambar dapat dimanipulasi untuk menyimpan informasi yang akan digunakan sebagai salah satu pengimplementasian steganografi. Steganografi pada media digital file gambar digunakan untuk mengeksploitasi keterbatasan kekuatan sistem penglihatan manusia dengan cara menurunkan kualitas warna pada file gambar yang belum disisipi pesan rahasia. Sehingga dengan keterbatasan tersebut manusia sulit menemukan gradasi penurunan kualitas warna pada file gambar yang telah disisipi pesan rahasia.

 

Carrier File (File Pembawa)

Carrier file adalah suatu file yang digunakan oleh file stegano untuk menyembunyikan data. Sekarang ini ada empat tipe dari carrier file yang mendukung. Tergantung dari masing-masing tipe, ada beberapa pedoman yang harus diikuti.

 

1. Bitmap images

Yang paling penting dari kriteria ini adalah kedalaman warna (berapa banyak bit per pixel yang didefinisikan dari sebuah warna). Bitmap dengan mengikuti kriteria tadi maka dapat dilihat :

4 bit = 16 warna (16 gray scales).

8 bit = 256 warna (256 gray scales).

24 bit = 16.777.216 warna.

Secara umum dapat dikatakan : Semakin banyaknya warna, maka akan diperlukan keamanan yang ketat atau tinggi dikarenakan bitmap memiliki area yang sangat luas dalam sebuah warna yang seharusnya dihindarkan. Dilihat dari kedalaman atau kejelasan dari sebuah warna, bitmap dapat mengambil sejumlah data tersembunyi dengan perbandingan sebagai berikut (ukuran ratio dari bitmap dalam byte = ukuran dari data yang disembunyikan) :

4 bit = 16 warna : 4 : 1

8 bit = 256 warna : 8 : 1

24 bit = 16.777.216 warna : 8 : 1

Manipulasi pada bitmap tidak dapat dikonvert atau diubah ke dalam bentuk format grafik yang lain karena data tersembunyi dalam file tersebut akan hilang. Format menggunakan metode komperesi yang lain (seperti JPEG) tidak dapat digunakan.

Mengurangi ukuran dari carrier file sangatlah penting untuk melakukan transmisi online, yaitu dengan menggunakan utilitas kompresi (seperti : ARZ, LZH, PKZIP, WinZip), dikarenakan kerja mereka tidak terlalu berat.

 

2. Text files

File stegano dapat memproses text file (*.TXT) sebaik ASCII (dalam DOS) dan ANSI (dalam Windows). wbStego4 menawarkan dua perbedaan metode dalam encoding data dalam text file :

_ Metode standard : Ukuran dari file tetap tidak berubah. Ketika mengimport manipulasi carrier file ke dalam word processor (terutama dalam Window), disana akan muncul karakter khusus dalam sebuah text. _ Metode Compatible : File semakin bertambah. Tidak akan ada kemungkinan ketika manipulasi carrier file diimport ke aplikasi lain.

Kapasitas dari text file dalam menyembunyikan data sangat tergantung pada file content tetapi dapat dikalkukasi sebagai berikut (dalam byte) :

_ Metode Standard : jumlah dari kalimat / 8.

_ Metode Compatible : jumlah dari garis.

 

3. Metode

Kebanyakan algoritma steganografi menggunakan sebuah kombinasi dari bidang jenis teknik untuk melakukan sebuah tugas dalam penyelubungan pesan rahasia dalam sebuah selubung file. Sebuah program steganografi dibutuhkan untuk melakukan hal-hal berikut, baik implisit melalui suatu perkiraan maupun eksplisit melalui sebuah perhitungan: menemukan kelebihan bits dalam selubung file yang dapat digunakan untuk menyelubungi pesan rahasia didalamnya, memilih beberapa diantaranya untuk digunakan dalam menyelubungi data dan penyelubungan data dalam bits dipilih sebelumnya.

 

Contoh Steganorafi:

Hari Ini Dunia Udah Panas

Saya Tidak Mau Ini Kepanasan

Jadi Aku Byurr Aja Renang

 

(sumber : ilmukomputer.com)

Iklan